Posts

Cerpen - Dibawah Naungan Ilusi

DIBAWAH NAUNGAN ILUSI           Kubuka mataku perlahan. Yang pertama kali kulihat hanyalah kegelapan. Tak ada setitik cahaya pun yang terlihat. Kuedarkan pandanganku ke setiap penjuru, berusaha mengingat kejadian apa yang membuatku bisa berada disini. Namun semua usahaku gagal. Aku tak bisa mengingat apapun. Rasanya, ingatanku sudah mati. Lalu, ku raba benda apapun disekelilingku, yang kudapati hanyalah rumput kecil dan sebuah pohon yang menjadi tempat sandaranku. Jadi, bisa didefinisikan bahwa aku sedang berada dihutan. Dan yang pasti, aku sendirian disini.             Aku mencoba untuk berdiri, namun rasanya sekujur tubuhku remuk dan sangat sakit. Aku meringis kesakitan, setelah mendapati tetesan darah di dahiku. Rasanya aku ingin menangis, aku kesakitan, aku sangat takut, semua bercampur menjadi satu. Aku tak tau harus berbuat apa. Tiba-tiba, kudapati sebuah cahaya dari kejauhan....

Cerpen - Sekelumit Harapan

SEKELUMIT HARAPAN Panas matahari mulai terasa menyengat, seakan-akan membakar pori-pori kulitku. Keringat mulai bercucuran dengan sangat derasnya, hingga menimbulkan bau di sekujur tubuhku. Aku berhenti melangkah dan duduk dibawah sebuah pohon yang cukup lebat. Kuletakkan koran-koran yang masih tersisa di pangkuanku. Ku ambil sebuah buku yang selalu kubawa. Dan akupun mulai menuliskan sesuatu disana. Menorehkan setetes demi setetes tinta dari pena kecilku. Menuliskan huruf demi huruf, kata demi kata, dan merangkainya menjadi sebuah kalimat hingga berupa paragraf. Tiba-tiba, tanpa sepengetahuanku seseorang telah duduk manis di sampingku. “Karanganmu cukup bagus”, kata seseorang yang kumaksud tadi. “Ah, Bimo. Kau mengagetkanku saja”, ujarku pada Bimo yang hanya dibalas cengiran andalannya. “Apa kau tak lapar, Re?”, tanyanya padaku. “Bilang saja kalau kau ingin makan”, sindirku. “Ah, kau tau saja. Ngomong-ngomong, berapa penghasilanmu hari ini?”, tanya Bimo yang membuatku me...

Cerpen - Bersama Menggapai Impian

BERSAMA MENGGAPAI IMPIAN             Mentari pagi telah bersinar dengan terangnya. Seolah-olah membangunkan seluruh jiwa para manusia dari mimpinya. Sementara embun pagi masih bermalas-malasan, kalah dengan burung yang berkicau begitu riang, menyambut pagi yang lengang. Begitupun dengan gadis mungil yang kini tengah bersemangat tuk pergi bersekolah, guna menyambut masa depan yang begitu cerah. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang gadis seumurannya. Dengan baju lusuh dan sebuah kaleng yang selalu digenggamnya, ia menghampiri beberapa orang yang berlalu-lalang di tengah padatnya jalanan kota. Berharap meminta sedikit belas kasihan mereka. Gadis mungil yang berniat pergi ke sekolah itupun mencoba menghampiri gadis pembawa kaleng tersebut karna kasihan. “Hai, namamu siapa?,” tanya gadis itu. “Aku Ica,” jawabnya dengan suara lirih. “Oh. Kenalin, aku Kayla. Kenapa kamu nggak sekolah? Bukannya hari ini ada...

Naskah Drama - Berawal dari Sebuah Kesalahpahaman

BERAWAL DARI SEBUAH KESALAHPAHAMAN Babak 1 Pemain : Gita, Mia, Selo, Dean, Adi, dan Iqbal Lokasi : di SMP Negeri 4 Pasuruan Narator : Di sebuah SMP Negeri 4 Pasuruan , terdapat lima orang sahabat yang selalu bersama. Mereka bagaikan langit dan bumi yang takkan terpisah. Salah satunya adalah Gita, ia merupakan salah satu siswi yang terkenal dengan prestasinya di bidang akademik, juga berbakat di bidang sastra. Tak hanya itu, Mia yang merupakan gadis desa yang kurang mampu pun, juga tak kalah pintar dengannya. Tak heran, jika kedua sisiwi tersebut saling bersaing dalam merebut prestasi yang membanggakan. Siang itu, ketika jam istirahat tiba, seperti biasa Gita, Mia, Selo, Dean, dan Aldi sedang asyik bermain bersama sembari bersenda gurau dengan keceriaan yang selalu menghiasi wajah mereka. Dari kejauhan, tampak salah satu siswa pembuat ulah yang terlihat iri dengan persahabatan lima orang tersebut. Ia pun mulai berniat untuk menghancurkan persahabatan mereka. Iqbal  ...

Naskah Drama - Janji Seorang Sahabat

JANJI SEORANG SAHABAT Babak 1 Pemain : Jasmine, Sella, Dio, dan Farhan Lokasi : di kantin SMA Harapan Bangsa *** Di sebuah SMA Harapan Bangsa, terdapat lima orang sahabat yang selalu bersama. Mereka bagaikan langit dan bumi yang takkan terpisah. Siang itu, ketika bel istirahat berbunyi, seperti biasa Jamine, Sella, Dio dan Farhan berkumpul bersama sembari bersenda gurau dengan keceriaan yang selalu menghiasi wajah mereka. Mereka terkenal dengan kepintaran dan kekompakannya. Tak salah, jika mereka terpilih untuk mewakili Olimpiade Fisika tingkat nasional. Jasmine          : Eh, nanti jangan lupa bimbingan ya, sepulang sekolah. Sella                : Pasti dong, kan pelaksanaan lomba Olimpiade Fisika tinggal beberapa hari lagi. (penuh antusias) Dio                   : Iya, ga...